Samarinda — Dalam rangka memperkuat pembelajaran melalui pengalaman langsung, Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah SMP Muhammadiyah 5 Samarinda melaksanakan kegiatan Educational Visit ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur, Jalan H. A. M. M. Rifaddin No. 69, Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada 7 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Projek II Kokurikuler SMP Muhammadiyah 5 Samarinda yang mengangkat tema “Bhinneka Tunggal Ika – Mengenal Budaya, Menghargai Perbedaan, Berkarya Bersama.” Melalui projek ini, murid diajak untuk semakin mengenal keberagaman budaya yang ada di Indonesia sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap berbagai perbedaan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Educational Visit diikuti oleh seluruh murid kelas VII dan VIII SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Dalam pelaksanaannya, setiap kelas didampingi oleh wali kelas serta Tim Projek Kokurikuler SMP Muhammadiyah 5 Samarinda untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Selama berada di lokasi kunjungan, murid mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan mengenai keberagaman budaya, dilanjutkan dengan menonton film bertema kebudayaan, serta berkeliling melihat berbagai koleksi yang terdapat di mini museum budaya.
Murid juga mendapatkan kesempatan mengenal berbagai peninggalan, benda, dan informasi kebudayaan yang membantu mereka melihat secara lebih dekat kekayaan budaya yang ada di Kalimantan maupun Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi pelengkap pembelajaran yang sebelumnya telah dilakukan di sekolah dalam rangka Projek Kokurikuler Bhinneka Tunggal Ika.
Suasana kegiatan semakin menarik ketika para murid mengikuti permainan tradisional. Selain memberikan pengalaman yang menyenangkan, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi murid untuk mengenal permainan sebagai salah satu bagian dari warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Educational Visit ini tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan mengenai budaya. Melalui interaksi dan pengalaman bersama, murid diharapkan memahami bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati, terbuka, dan mampu hidup berdampingan di tengah berbagai perbedaan.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Samarinda, Bapak Agus Toto Suriyanto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Educational Visit menjadi salah satu cara sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual bagi murid.

“Melalui Educational Visit ini kami ingin murid tidak hanya mempelajari keberagaman budaya melalui buku atau materi di kelas, tetapi melihat dan merasakan langsung bagaimana kekayaan budaya itu menjadi bagian dari kehidupan kita. Harapannya, semakin banyak budaya yang mereka kenal, semakin tumbuh pula sikap menghargai perbedaan dan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia,” ujar Bapak Agus Toto Suriyanto.
Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi bekal bagi murid dalam menyelesaikan rangkaian Projek Kokurikuler Bhinneka Tunggal Ika sekaligus diterapkan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Yang paling penting dari projek ini bukan hanya seberapa banyak budaya yang dapat dikenali oleh murid, tetapi bagaimana mereka belajar menghormati teman yang memiliki latar belakang berbeda. Bhinneka Tunggal Ika harus hadir dalam sikap dan kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar menjadi semboyan yang dihafalkan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Educational Visit ini, SMP Muhammadiyah 5 Samarinda berharap pembelajaran kokurikuler dapat memberikan pengalaman yang lebih nyata, menyenangkan, dan berkesan. Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian menuju puncak Festival Budaya Projek II Kokurikuler, tempat para murid akan menampilkan hasil eksplorasi dan karya mereka mengenai keberagaman budaya Indonesia.





